Tranmigrasi  TV Analog Ke TV Digital

Tranmigrasi TV Analog Ke TV Digital

Pada zaman dulu televisi yang digunakan yaitu televisi analog, televisi analog sendiri yaitu Jeni’s televisi yang menggunakan gelombang radio yang siar nya di pancarkan hingga berwujud suara dan gambar dengan modulasi analog . Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan frekuensi dari sinyal. Untuk menagkap semua itu di butuhkan alat yang biasa kita debut sebagai antena. Semakin jauh letak antena dari stasiun pemancar televisi, sinyal yang di terima lemah dan membuat kualitas gambar rendah. Namun jika letak antena dari stasiun pemancar televisi dekat, sinyal yang diterima kuat dan membuat kualitas gambar dan suara bagus.

Televisi analog yang hampir semua menggunakannya. Pada sinyal televisi analog tergantung oleh antena. Dari sisi positive nya kita mudah memahami dan cara kerja nya yang sederhana bagaimana peletakkan antena yang sesuai untuk mendapatkan gambar yang jelas. Di sisi negative nya banyak stasiun televisi yang tidak terjangkau karena minim nya sinyal, Dan jika cuaca sedang tidak mendukung mau tidak mau kualitas gambar pun rendah, tergantung oleh arah angin dan cuaca.

Pada saat ini dengan teknologi yang sudah canggih membuat transisi dan ide yang akan mempermudah masyarakat dalam menghadapi kekurangan dari televisi analog, yaitu mengalihlan televisi analog menjadi televisi digital. Televisi digital itu sendiri jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarlan sinyal visual, audio. Perubahan dari analog ke digital berbentuk bit data seperti komputer.

Teknologi televisi digital sangat efisien di banding analog. Transisi dari analog ke di gital membutuhkan waktu , penggantian pemancar televisi dan penerima siaran. Agar dapat mendapatkan penyiaran digital di perlukan pesawat digital, namun jika masih mau menggunakan pesawat analog penyiaran digital dapat di tangkap dengan bantuan beberapa alat.

Dari segi kenyamanan menonton televisi kualitas siaran televisi analog masih jauh dari kata sempurna. Sinyal rentan terkena gangguan yang menyebakan kualitas gambar dan suara menjadi rentan atau berbintik saat di terima masyrakat, terutama mereka yang tinggal jauh dari daerah pemancar atau daerah pedalaman yang menyebabkan tidak mendapatkan sinyal yang bagus, belum lagi sinyal analog yang boros yang membutuhkan alat disetiap pemancarnya dan menggunakan listrik yang besar

Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat menimalisir risiko kerugian terutama yang dihadapi operator televisi dan masyarakat. Risiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus di pakai, sebelum masyarakat mengganti televisi analog menjadi digital masyrakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan televisi digital. Bagi operator risiko kerugian terbesar dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terrestrial yang relative jauh lebih mahal dibandingkan membangun infrastruktur televisi analog.

Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah di bangunnya selama ini seperti studio, bangunn Dan sumber Daya manusia Apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara televisi digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan risiko berlebihan. Dari segi efisiensi,tentunya penggunaan teknologi digital ini lebih efisien karena dengan ukuran bandwidth yang sama dengan analog bisa membawa hingga 12 siaran televisi atau bisa di bilang mempunyai program yang banyak

Pada akhirnya pemerintah membuat program baru yang akan meluncurkan televisi digital. Untuk dapat menonton siaran televisi digital masyarakat membutuhkan TV yang sudah di lengkapi sesuai ketentuan Dan jika masyarakat sudah memiliki Jenis TV yang sesuai tidak usah membeli yang baru,tinggal menggabungkan alat yang dinamakan top box digital,masyarakat bisa membelinya dengan onlaine.