Pertumbuhan Ekonomi Korea Selatan 2023

Pertumbuhan Ekonomi Korea Selatan 2023

Pertumbuhan Ekonomi Korea Selatan : Institut Ekonomi dan Perdagangan Industri Korea bahwa ekonomi Korea Selatan. Di perkirakan tumbuh 1,9 persen tahun depan. Ekspor tahunan Korea Selatan di perkirakan turun 3,1 persen tahun depan. Dengan kontraksi permintaan dan kondisi industri semikonduktor yang memburuk. Lebih dari sekadar mengimbangi efek positif dari stabilisasi harga bahan baku dan penolong dan daya saing harga berdasarkan won yang lemah.

 Impor tahunan di perkirakan turun 5,1 persen berdasarkan stabilisasi harga minyak dan bahan mentah serta perlambatan ekonomi domestik.

Dan defisit perdagangan tahunannya di perkirakan turun menjadi US$26,6 miliar dari sekitar US$42,6 miliar.” Mengenai 13 industri utama yang menyumbang sekitar 80 persen dari ekspor Korea Selatan,

lembaga tersebut mengatakan bahwa ekspor dari industri otomotif di perkirakan akan meningkat 2,5 persen tahun depan. Masing-masing angka pembuatan kapal. Baterai isi ulang dan biotek serta perawatan kesehatan di perkirakan akan meningkat. 42,4 persen. 17,3 persen. Dan 6,5 persen. Dan sisanya cenderung masih lesu.

“Permintaan eksternal atau lingkungan eksternallah yang secara keseluruhan memberikan tekanan pada sisi produksi atau sisi manufaktur Ekspor gabungan dari 13 sektor di perkirakan turun dari US$539,7 miliar menjadi US$517,9 miliar tahun depan menambahkan”Impor di industri ini cenderung meningkat 8 persen tahun ini dan turun 1,2 persen tahun depan.”

Rata-rata harga minyak internasional tahun depan yang di perkirakan lembaga itu adalah US$90 per barel. Juga di katakan bahwa rata-rata nilai tukar won-dolar untuk paruh pertama dan paruh kedua tahun depan diperkirakan masing-masing sebesar 1.343,3 won dan 1.295 won per dolar AS.

Tekanan resesi di tahun 2023

Ekonom ING memperkirakan Korea Selatan akan menghadapi resesi pada tahun 2023.

“Berdasarkan prospek konsumsi dan ekspor yang suram dari data yang di rilis baru-baru ini, kami mempertahankan pandangan kami bahwa ekonomi akan mengalami resesi moderat awal tahun depan. Oh dari Bank of America juga mengatakan dia jauh lebih bearish terhadap prospek ekonomi tahun depan.

Ekonom di Goldman Sachs baru-baru ini menurunkan pandangan mereka tentang pertumbuhan Korea Selatan untuk tahun 2023 dari 1,7% menjadi 1,4%. Alasan utama untuk pandangan pertumbuhan kami yang lebih bearish adalah kelemahan permintaan eksternal saat ini dan prospektif,” kata para ekonom dalam sebuah catatan.

Mereka menunjuk ke arah potensi limpahan dari ekonomi global yang lesu ke permintaan domestik serta hambatan lokal termasuk pengetatan moneter dan, dalam kasus Korea Selatan, konsolidasi fiskal.