DJKI Dukung Generasi Muda Bengkalis Maksimalkan Potensi

Memuat…

Sekretaris DJKI di ujungnya bahwa aspek KI di era digital menjadi sangat penting karena merupakan salah satu usaha untuk suatu perekonomian suatu negara.

PEKANBARU – Indonesia tak hanya punya alam yang kaya tetapi juga generasi yang kreatif. Sayangnya, kreativitas masyarakat khususnya generasi muda yang sudah ada berkat majunya teknologi informasi ini belum dengan pengetahuan untuk melindungi kekayaan intelektual.

Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Sekretaris DJKI) bahwa aspek KI di era digital menjadi sangat penting karena salah satu ujung tombak perekonomian suatu negara. Dalam sambutannya di acara Sosialisasi Kekayaan Intelektual (KI), Sucipto berharap masyarakat tidak hanya memahami KI, tetapi juga bisa terus menggali potensi di wilayahnya.

“Diharapkan Kabupaten Bangkalis selalu menggali wilayah potensi, terus berkreasi, berkarya dan berkreasi, bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaya berdaya saing dari bidang kreatifnya,” kata Sucipto di Hotel Grand Zuri Duri Bengkalis, Pekanbaru, Riau.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bengkalis Kasmarni menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dan informasi di era digital telah membawa perubahan secara besar-besaran di semua aspek termasuk di bidang hak cipta. Menurutnya, kemajuan ini seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menciptakan suatu karya yang menghasilkan manfaat ekonomi bagi penciptanya.

“Hasil karya kreativitas seseorang harus dilindungi secara hukum melalui pelindungan hak cipta, apalagi untuk membuat muda di Kabupaten Bengkalis yang memiliki banyak talenta dan setiap hari memunculkan konten kreatif anak bangsa,” ujarnya.

Oleh karena itu Kasmarni mengimbau pelaku ekonomi kreatif untuk menyadari pentingnya KI. Selain itu, dalam kegiatan ini diserahkan juga dua sertifikat merek dan pencatatan ciptaan. Penyerahan surat pencatatan ciptaan buklet Bengkalis diberikan kepada Bupati Bengkalis Kasmarni, sedangkan sertifikat diberikan kepada Rahmad Afdillah atas merek Kedai Kopi 325, dan sertifikat diberikan kepada Dewi Melinda atas merek DewRa.

Sebelumnya pada 27 Juni 2022, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau Mhd. Jahari Sitepu yang diwakili oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Mulyadi dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Memorandum of Understanding (MoU) di bidang KI. Nota kesepahaman ini diharapkan dapat mengikat kerja sama kedua pihak dalam peningkatan pendaftaran KI.

Sebagai informasi, kegiatan dengan tema ‘Menumbuhkan Nilai Ekonomi Generasi Muda di Era Digital’ diisi oleh Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI Bidang Transformasi Digital Fajar BS Lase, Direktur Merek dan Indikasi Geografis Kurniaman Telaumbanua, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Anggoro Dasananto, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bengkalis Sufandi. cm

(ars)