Bulan Ramadhan Waktu Yang Tepat Untuk Jual Beli Properti?

Bulan Ramadhan Waktu Yang Tepat Untuk Jual Beli Properti?

Bulan Ramadhan Waktu Yang Tepat Untuk Jual Beli Properti : Tahukah kamu bahwa bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk jual beli properti? Berdasarkan sebuah penelitian, hal tersebut memang benar.

Harga di pasar properti, pada terus menerus menaik dari waktu ke waktu. Namun, kenaikan tersebut tak selalu dibarengi dengan tingkat pencarian properti oleh masyarakat. Pada momen tertentu, tingkat permintaan masyarakat akan mampu melonjak tanpa sebab. Namun di waktu lainnya, bisa saja jumlah tersebut segera menyusut. Hal ini khususnya terjadi saat bulan Ramadhan.

Sementara lebih sedikit orang yang meluangkan waktu berburu properti di bulan Ramadhan, maka kesempatan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Penjelasan Terkait Jual Beli Properti di Bulan Ramadan

Meski penelitian berlangsung di Arab, namun kasus ini tengah dicoba bebas dengan apa yang terjadi pada negara lain. Berdasarkan penelitian, jumlah pencari pro yang bertanya tentang daftar properti turun sebanyak 26 persen selama bulan Ramadan tahun lalu.Butuh waktu sekitar 3 sampai 4 bulan, untuk grafik pencarian properti oleh masyarakat dapat kembali naik pada taraf normal.

Artinya, kompetisi lebih sedikit terjadi pada rentang waktu bulan Ramadhan. Meski begitu, jumlah daftar properti yang ditawarkan dan jumlah transaksi yang dilakukan selama Ramadan tidak turun cukup drastis. Jumlah properti dalam daftar turun sebanyak 12 pesen, sementara jumlah transaksi ikut menurun hingga angka 16 persen.

Sementara menurut data yang dirilis Property Monitor, pada dua bulan Ramadan terakhir, transaksi penjualan properti sebetulnya tetap stabil. Meski terjadi penurunan, namun itu hanya beberapa ratus dibandingkan dengan bulan-bulan menjelang Ramadan sebelumnya.

 

Bulan Ramadhan Waktu yang Tepat Cari Properti

Selama bulan Ramadhan, jumlah orang yang berburu properti lebih sedkit dibanding bulan biasa. Maka dari itu, ini adalah kesempatan yang bagus buat masyarakat untuk menyewa atau membeli berbagai jenis hunian.

Menurut Direktur Riset dan Data Lynnette Abad, pihaknya membuat daftar properti yang dimiliki pada bulan menjelang, selama, dan setelah Ramadhan tahun lalu. Lemabga konsultasi dan penelitian tentang properti di Uni Emirat Arab melakukan riset untuk membantu memahami apa yang diharapkan pada periode tertentu sepanjang tahun di UEA.

“Sesuai data kami, jumlah pencari properti yang bertanya tentang daftar real estat menurun 26 persen pada bulan puasa tahun lalu,” ujar Lynnette Abad, seperti dilansir Property Finder, Selasa (29/5/2018). Dia menambahkan, tahun lalu butuh waktu hingga bulan September untuk melewati beberapa bulan dengan penjualan yang lambat dan bisa kembali normal seperti bulan sebelumnya.

Namun, ini kompetisi di antara konsumen lebih rendah. Meski demikian, jumlah real estat yang ditawarkan dengan jumlah transaksi yang terjadi selama Ramadhan turun drastis. Jumlah properti dalam daftar tahun lalu turun 12, sedangkan jumlah transaksi turun 16 persen.

Dalam dua terakhir, menurut Pengawasan Properti, transaksi penjualan selama bulan Ramadhan tetap stabil, hanya terjadi penurunan beberapa ratus dibandingkan dengan bulan sebelumnya. “Pada tahun 2017, jumlah transaksi penjualan selama Ramadhan adalah 2,527, sedangkan bulan sebelumnya, jumlah transaksi sebanyak 3,025,” kata Abad.

Untuk tahun 2016, jumlah transaksi yang dijual selama Ramadhan adalah 2.007, sedangkan jumlah transaksi bulan sebelumnya adalah 2.391. “Harus diingat juga bahwa banyak orang yang bepergian selama musim panas, dalam dua tahun terakhir secara bersamaan dengan bulan Ramadhan.

Mempertimbangkan hal ini, transaksi penjualan tetap stabil. Hal ini mengindikasikan peningkatan permintaan selama beberapa bulan ini sebagian besar orang sedang pergi, ”tambah Abad. Bedanya, tahun ini mungkin karena bulan Ramadhan hanya kalah dari liburan musim panas.

Itu berarti lebih banyak pilihan dan negosiasi yang tersedia. Jadi bagi calon penyewa atau pembeli, jangan hiraukan bulan Ramadhan untuk mencari properti untuk Kita. Meskipun pilihan Kita lebih sedikit dibanding daftar yang ditawarkan, tetapi agen properti, pemilik tanah, dan penjual terus aktif mengajukan penawaran.

Pada sisa waktu Ramadhan sekitar satu minggu lagi, masih ada waktu untuk Kita bisa menekan harga investasi properti sebelum liburan musim panas dimulai.

 

Perilaku Belanja Online RI di Ramadhan 2021 Akan Beda

 

Marketing perusahaan menyatakan aplikasi belanja online meningkat hingga 82 persen sebelum bulan puasa Ramadhan. Tapi, 79 persen warga Indonesia berencana untuk melakukan pembelian hanya selama bulan Ramadhan.
Hal ini merupakan perubahan dramatis dari tahun 2020, dimana 33 persen pengguna memilih untuk membeli selama
Ramadhan, sementara yang lain merencanakan pembelian dari jauh-jauh hari. Hal itu berdasarkan hasil survei InMobi terhadap lebih dari 1.000 konsumen Indonesia.

Kemudian, survei InMobi mengatakan bahwa 82 persen perempuan tidak merencanakan pembelian mereka ketika Ramadhan. Hasil survei itu menjadikan perempuan masuk ke dalam kategori pembeli impulsif yang jauh lebih banyak orang.

Selain perempuan, 62 persen generasi milenial juga belum memutuskan merek atau produk apa yang akan mereka beli di tahun 2021.

Aplikasi hiburan hingga religi
Selain itu, sebelum Ramadhan penggunaan aplikasi hiburan juga meningkat 67 persen dan game sebesar 45 persen. Sedangkan media sosial sebesar 19 persen, serta aplikasi keagamaan dan gaya hidup sebesar 69 persen.

Dalam survei yang sama, InMobi menyebut 67 persen perempuan menganggap smartphone sebagai sarana untuk berbelanja. Sementara 71 persen generasi memandang smartphone sebagai media yang akan memenuhi segala kebutuhan belanjanya di bulan Ramadhan kali ini.

Sedangkan orang yang sudah menikah dan mempunyai anak hanya 63 persen yang akan menggunakan smartphone untuk memilih. secara umum bahwa 63 persen masyarakat Indonesia memilih lewat smartphone. Sebanyak 29 persen ke toko offline dan 9 persen melalui PC.

Menurut hasil survei, 79 persen masyarakat Indonesia berencana untuk melakukan pembelian hanya selama bulan Ramadhan. Data itu, adanya perubahan dramatis jika dibandingkan dengan tahun 2020, dimana 33 persen memilih untuk membeli selama Ramadhan, sementara yang lain merencanakan pembelian dari jauh-jauh hari.

Dari jumlah itu, 57 persen belum responden memutuskan kategori produk yang akan mereka beli di tahun ini. Selanjutnya, survei menyebutkan bahwa 32 persen responden akan menghabiskan waktu mereka saat berpuasa dengan menonton film hingga video. Sebanyak 25 persen yang memilih bermain game dan berselancar di media sosial.

Sebanyak 20 persen memilih mendengarkan lagu untuk menghabiskan waktu mereka berpuasa. Sebanyak 15 persen memilih membaca berita dan mengobrol dengan reman atau keluarga secara online.

Hanya 13 persen yang memilih untuk belajar online dan mencari sesuatu yang berhubungan dengan belanja. Mereka yang memilih untuk menonton film saat puasa adalah perempuan yang. Sedangkan yang memilih bermain game adalah pria.

Responden usia yang memilih menonton film selama Ramadhan adalah usai 14-44 tahun. Sedangkan responden berusia 45-54 tahun memilih membaca berita. Sedangkan 55 tahun ke atas memilih belanja online.

Lebih dari itu, hasil survei mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia lebih mengutamakan keluarga pada Ramadhan kali ini. Sebanyak 74 persen responden berencana untuk keluarga atau anggota keluarga besar mereka, dan 40 persen merekomendasikan untuk melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman.