4 Jenis Zat Ini Dilarang BPOM Dipakai Untuk Obat

4 Jenis Zat Ini Dilarang BPOM Dipakai Untuk Obat

4 Jenis Zat Ini Dilarang : Sebanyak empat zat pelarut di larang di gunakan di Indonesia. Terutama di gunakan untuk pembuatan obat. Apa saja? Larangan itu di keluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Perusahaan farmasi di larang keras menggunakan empat zat pelarut ini. Pasalnya keempat zat tersebut di duga keras jadi biang kerok penyakit gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak.

4 Jenis Zat Ini Dilarang BPOM Dipakai Untuk Obat

“Sekarang hanya membolehkan produk sirup yang tanpa pelarut. Artinya bukan semua produk obat sirup (di larang). Sudah di bolehkan produk sirup yang tidak mengandung empat jenis pelarut tersebut ya,” kata Penny di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Lantas apa saja empat jenis pelarut yang di larang BPOM tersebut?

1. Propilen glikol

Menukil laman CDC, propilen glikol merupakan zat cair sintetis yang menyerap air. Propilen glikol kerap di gunakan untuk membuat senyawa poliester. Dan sebagai dasar untuk larutan deicing. Zat ini biasanya di gunakan juga dalam industri kimia. Makanan. hingga farmasi sebagai antibeku. Zat ini di gunakan untuk menyerap air ekstra dan menjaga kelembapan pada obat-obatan. Kosmetik. Atau produk makanan tertentu.

Propilen glikol sebenarnya boleh di gunakan pada tingkat tertentu dalam makanan, kosmetik, dan produk farmasi. Paparan propilen glikol mirip dengan etilen glikol. Bukan cuma itu. Jika terlalu banyak zat ini juga bisa mengiritasi kulit.

2. Polietilen glikol

Zat ini di kenal dengan sebutan PEG. Biasanya di gunakan sebagai bahan tidak aktif dalam industri farmasi. Zat ini sebagaimana di lansir dari Drug di gunakan sebagai pelarut, plasticizer, surfaktan, salep, serta pelumas tablet dan kapsul.

PEG di klaim memiliki toksisitas rendah dengan penyerapan sistemik kurang dari 0,5 persen.

3. Sorbitol

Sorbitol merupakan sejenis karbohidrat. Zat ini juga masuk dalam kategori gula alkohol yang di kenal dengan nama poliol. Melansir Healthline, sorbitol juga diproduksi secara komersial dari sirup jagung. Biasanya untuk digunakan dalam makanan kemasan, minuman, dan obat-obatan.

Sorbitol di gunakan untuk menjaga kelembapan, menambah rasa manis, dan memberikan tekstur pada produk. Namun, mengonsumsi sorbitol dalam jumlah besar dapat menyebabkan kembung dan diare pada beberapa orang, terutama jika Anda tidak terbiasa mengonsumsinya secara rutin.

4. Gliserin atau gliserol

Gliserin adalah zat yang mudah larut dalam air. Oleh karena itu, gliserin selalu cair. Gliserin biasanya di gunakan untuk industri rumah tangga, misalnya pembuatan sabun cair. Dalam industri farmasi, gliserin kerap di pakai sebagai pemanis dalam sirup, tablet hisap, dan sebagai eksipien dalam larutan pencuci mata.